¼³¸®ÀÇ È¨ÇÇÀÔ´Ï´Ù~^^ 


³»Ä£±¸ ½ÎÀÌ¿ùµå

³²ÇýÁ¤
È«ÀçÈñ
±èÁØÇü
±¸ÀÚ±Ç
±èºÀ°æ
±è¿ä¼·
±èÅÂÀ¾
·ùÇöÁ¾
¹ÚÁ¤¿í
¾ÈÇöÁø
ÀÌ»óÁØ
ÇãÀ¯Á¤
±¸Áø¿Á
¹ÚÁöÇý
¹ÚÈ¿Áø
¿ì¾Æ¿µ
À̼ö¹Ì
À̵¿±â
ÀÌȲÁ¦
±èº¸¶ó
±è»ó¿¬









-ÇØ¼®-
 ======
 
1. TAMBUN  ºñ¸¸
   
Seorang bapak agak kuatir mengamati pertumbuhan anak gadisnya yang punya selera makan luar biasa.
ÇÑ ¾ÆÀú¾¾°¡  ³î¶ó¿ï Á¤µµ·Î(ºñÁ¤»óÀûÀ¸·Î) ¸Ô´Â ½Ä¿åÀ» °¡Áø ÀÚ½ÅÀÇ µþÀÇ ¼ºÀå°úÁ¤À»
Á¶±ÝÀº °ÆÁ¤½º·´°Ô »ìÇǰí ÀÖ¾ú´Ù.
Setiap saat badannya bertambah tambun saja.
¸Å¼ø°£ ±×³àÀÇ ¸öÀº »ì·Î ´Ã¾î°¬´Ù. 
Oleh karenanya, suatu hari ia menasihati sang anak.
±×·¡¼­ ¾î´À³¯ ±×´Â µþ¿¡°Ô Ãæ°íÇß´Ù. 
"Begini, Nak. Bapak anjurkan agar setiap pagi kamu sarapan bubur saja!"
"ÀÌ·¸°Ô ÇØ ¾ê¾ß, ¸ÅÀÏ ¾ÆÄ§½Ä»ç´Â Á×À¸·Î ¸Ôµµ·ÏÇØ"
"Baik, Pak. Sarapan buburnya sebelum atau sesudah makan pagi?"
"ÁÁ¾Æ¿ä ¾Æºü, ±× Á×Àº ¾ÆÄ§¸Ô±âÀüÀ̳ª ÈÄ¿¡ ¸ÔÀ¸¶ó±¸¿ä?"
"????!!!!!"
"????!!!!!"

======
2. TAILOR ÀçºÀ»ç


Abraham sangat menginginkan sebuah baju baru. 
¾Æºê¶óÇÔÀº »õ ¼ÅÃ÷°¡ ¾ÆÁÖ °®°í½Í¾ú´Ù.
Dia membeli kain dan membawanya ke seorang tukang jahit. 
±×´Â õÀ» »ç¼­ ÇÑ ÀçºÀ»ç¿¡°Ô °¡Áö°í °¬´Ù.
Penjahit pertama yang dia kunjungi mengukur Abraham dan kain yang dibawanya. 
¾Æºê¶óÇÔÀÌ Ã¹Â°·Î ã¾Æ°£ ÀçºÀ»ç´Â  ±×°¡ °¡Áö°í ¿Â õ°ú ¾Æºê¶óÇÔÀÇ Ä¡¼ö¸¦ Àî´Ù.
Setelah itu sang penjahit mengatakan bahwa kain tersebut tidak cukup untuk membuat sebuah
kemeja.
±×·¯°í ³­ ÈÄ, ÀçºÀ»ç´Â ¼ÅÃ÷¸¦ ¸¸µé±â¿£ õÀÌ ÃæºÐÇÏÁö ¾Ê´Ù°í ¸»Çß´Ù,

Abraham sangat kecewa dan memutuskan untuk mencoba pergi ke tukang jahit yang lain. 
¾Æºê¶óÇÔÀº Å©°Ô ½Ç¸ÁÇϰí´Â ´Ù¸¥ ÀçºÀ»ç¸¦ ã¾Æ°¡º¸±â·Î °áÁ¤Çß´Ù.
Sang penjahit pun melakukan hal yang sama dengan penjahit pertama, yaitu mengukur Abraham dan kain yang dibawanya.
±× ÀçºÀ»ç´Â óÀ½ ã¾Æ°£ ÀçºÀ»ç¿Í ¶È°°ÀÌ Çß´Ù, Áï ¾Æºê¶óÇÔ°ú ±×°¡ °¡Áö°í¿Â õÀÇ
Ä¡¼ö¸¦ Àî´Ù.
Penjahit itu lalu tersenyum dan berkata, "Kain ini bisa menjadi satu
kemeja berlengan panjang dan satu kemeja berlengan pendek untuk Anda.
±×´ÙÀ½ ±× ÀçºÀ»ç´Â ¿ôÀ¸¸ç ¸»Çß´Ù, "ÀÌ ÃµÀ¸·Î ´ç½Å¿¡°Ô ±ä¼Ò¸Å¼ÅÃ÷Çϳª¿Í
ªÀº¼Ò¸Å¼ÅÃ÷Çϳª¸¦ ¸¸µé¾îÁÙ¼öÀÖ¾î¿ä, 
Silakan datang lagi minggu depan untuk mengambilnya."
´ÙÀ½ÁÖ¿¡ °¡Áö·¯ ´Ù½Ã¿À¼¼¿ä."
Setelah satu minggu berlalu Abraham pergi lagi ke tukang jahit itu untuk mengambil baju-baju barunya. 
ÀÏÁÖÀÏÀÌ Áö³ª°í ¾Æºê¶óÇÔÀ½ ±×ÀÇ »õ ¼ÅÃ÷µéÀ» °¡Áö·¯ ÀçºÀ»ç¿¡°Ô °¬´Ù.
Sesampainya di sana dia melihat
anak tukan jahit itu memakai kemeja yang sama dengan kainnya.
±×°÷¿¡ ´Ù´Ù¶úÀ»¶§ ±×´Â ±×ÀÇ Ãµ°ú ¶È°°Àº ¼ÅÃ÷¸¦ ÀÔ°íÀÖ´Â ÀçºÀ»çÀÇ ¾ÆÀ̸¦ ºÃ´Ù.
Penasaran dia bertanya, 
°ÝºÐÇÑ ±×´Â ¹°¾ú´Ù,
"Bagaimana Anda bisa membuatkan dua buah
kemeja untuk saya dan satu kemeja untuk anak Anda sedangkan penjahit
yang saya temui sebelum Anda berkata kalau dia tidak bisa membuatkan
satu kemeja pun dari kain itu?"
´ç½ÅÀ» ¸¸³ª±âÀüÀÇ ÀçºÀ»ç´Â ÀÌ ÃµÀ¸·Î ÇϳªÀÇ ¼ÅÃ÷Á¶Â÷µµ ¸¸µé¼ö¾ø´Ù°í
¸»Çߴµ¥ ¾î¶»°Ô ´ç½ÅÀº ³ª¸¦ À§ÇÑ µÎ°³ÀÇ ¼ÅÃ÷¸¦ ¸¸µé°íµµ ´ç½Å¾ÆÀÌ¿¡°Ô 
¼ÅÃ÷Çϳª¸¦ ´õ ¸¸µé¼öÀִ°ÅÁÒ?"
"Hmmm ... sangat mudah menjawabnya," jawab sang penjahit. 
"À½,, ´äÀº ¸Å¿ì °£´ÜÇÏÁÒ," ÀçºÀ¤µ°¡ ´ë´äÇß´Ù.
"Penjahit itu pasti punya dua anak laki-laki."
"óÀ½ ã¾Æ°¬´ø ±× ÀçºÀ»ç´Â ºÐ¸í ¾ÆµéÀÌ µÑÀ̳ª ÀÖÀ»²®´Ï´Ù."


 ======
3. SEHATI  ´Ü°á
  

Pak Warta sekeluarga merencanakan liburan ke Bali. 
Warta¾¾ÀÇ °¡Á·Àº ÈÞ°¡¶§ ¹ß¸®·Î °¥ °èȹÀÌ´Ù.
Kebetulan, ada salah seorang warga gerejanya yang menjadi pengusaha Bus, 
namanya Tuan Hartuo. 
¿ì¿¬È÷, ±×ÀÇ ±³È¸¿¡ ¹ö½ºÀǰí¿ëÁÖ°¡µÈ Hartuo¾¾¶ó´Â ÀÏ¿øÀÌ ÀÖ¾ú´Ù.
Ada potongan harga spesial untuk warga gereja yang membeli tiket darinya, 
maka pak Warta pun pergi ke sana.
±×¸¦ ÅëÇØ¼­ ƼÄÏÀ» »ç´Â ±³È¸È¸¿øÀ» À§ÇÑ Æ¯º°ÇÒÀΰ¡°ÝÀÌ À־ Warta¾¾´Â ±×°÷¿¡ °£´Ù.
"Kok, Tuan Hartuo sekarang jarang pergi ke gereja?", tanya pak Warta
di sela-sela perbincangan mereka. 
"Harta¾¾´Â ¿äÁò ±³È¸¿¡´Â Àß °¡Áö¾ÊÁÒ?"±×µéÀº ȸÀÇ µµÁß¿¡ Warta¾¾¿¡°Ô ¹°¾ú´Ù.
Tuan Hartuo dulu dikenal sebagai orang yang saleh dan giat di gereja, 
namun mengundurkan diri setelah bisnis bus-nya makin maju.
¿¹Àü¿¡ Warta¾¾´Â ±³È¸¿¡¼­ Àû±ØÀûÀÌ°í ½Å¾Ó½ÉÀÌ ±íÀº »ç¶÷À¸·Î ¾Ë·ÁÁ®ÀÖ¾ú´Âµ¥µµ
ºÒ±¸ÇÏ°í ±×ÀÇ ¹ö½º»ç¾÷ÀÌ ¹øÃ¢ÇÑ ÀÌÈÄ·Î Àß ³ª¿ÀÁö ¾Ê¾Ò´Ù. 
"Begini, Pak Warta. Beberapa waktu lalu, saya mendengar khotbah yang sangat indah. 
"Warta¾¾, ¾ó¸¶Àü¿¡ ³ª´Â ¾ÆÁÖ °í±ÍÇÑ ¼³±³¸¦ µé¾ú¾î¿ä.
Intinya, suami harus senantiasa sehati dengan istrinya.
³»¿ëÀÎÁï, ³²ÆíÀº Ç×»ó ¾Æ³»¿Í Çϳª°¡µÇ¾ß(ÀÏÄ¡ÇØ¾ß)ÇѴٴ°ÅÁÒ.
Saya sangat tersentuh dan bertekad mewujudkannya. 
³ª´Â  ±×°ÍÀ» ½ÇÇöÇϱâ·Î °á½ÉÇÏ°í ¸Å¿ì ºÎµúÇû¾î¿ä.
Nah, kami sekarang sudah sehati. 
Áö±Ý ¿ì¸®´Â Çϳª°¡µÆÁÒ.
Kalau istri saya ke gereja, hati saya pun ikut bersamanya."
¸¸¾à ³ªÀÇ ºÎÀÎÀÌ ±³È¸¿¡ °£´Ù¸é ³»¸¶À½Á¶Â÷ÇÔ²² ÂѾư¡ÁÒ."
"Hmmmm, bagus sekali pesan khotbah itu. Betapa indahnya dunia ini bila
kita semua bisa sehati sejiwa!!"
"À½,,±× ¼³±³(¸Þ½ÃÁö) ¾ÆÁÖ ÁÁ±º¿ä, ¿ì¸® ¸ðµÎÀÇ ¿µÈ¥ÀÌ ÀÏÄ¡µÉ¶§
ÀÌ ¼¼°è´Â ¾ó¸¶³ª ¾Æ¸§´Ù¿ï±î¿ä!"
"Benar sekai, Pak Warta! Seperti halnya liburan yang direncanakan
keluarga Pak Warta, itu baik sekali untuk memperkuat tali cinta kasih,
apalagi kalau kita memang kebetulan punya uang.
"¸Â¾Æ¿ä,Warta¾¾.ƯÈ÷ ¹°·Ð ¿ì¸®°¡ ¿ì¿¬È÷ µ·À» °¡Áö°íÀÖ´ÙÇØµµ, »ç¶ûÀÇ ²öÀ» ´Ü´ÜÇÏ°Ô ÇØÁִµ¥ ´ç½ÅÀÇ °¡Á·°èȹ°°Àº°ÍÀº ¾ÆÁÖ ÁÁÀº °Å¿¹¿ä.
 Baiklah, untuk lima orang, harga tiketnya seratus lima puluh ribu rupiah."
ÁÁ¾Æ¿ä, ´Ù¼¸¸íÀÇ Æ¼Äϰ¡°ÝÀº 150·çÇǾƿ¹¿ä.
"Tidak, Tuan Hartuo. Kami pesan satu tiket saja. Keluarga kami juga
sudah sehati!"
"¾Æ´Ï¿ä,Hartuo¾¾, ¿ì¸®´Â ÇÑÀ常 ÀÖÀ¸¸é µÇ¿ä, ¿ì¸® °¡Á·Àº ÀÌ¹Ì Çϳª°Åµç¿ä.


==========

4. KEBERATAN!ÀÌÀÇÀÖ½À´Ï´Ù!
   
Seorang terdakwa sedang dimintai keterangannya dalam sebuah sidang.
ÇÑ ÇÇ°í°¡ ÀçÆÇÁß¿¡ ¼³¸íÀ» ¿ä±¸¹Þ°íÀÖ´Ù.
Pengacara dari pihak penuntut membuka dengan pertanyaan, "Di mana Anda
berada pada tanggal 24 Agustus lalu?"
º¯È£ÀÎÀº Áú¹®À» ½ÃÀÛÇß´Ù" Áö³­ 8¿ù 24ÀÏ¿¡ ´ç½ÅÀº ¾îµð¿¡ ÀÖ¾ú³ª¿ä?"
"Keberatan!" kata pengacara tersangka. "Tidak relevan!"
"ÀÌÀÇÀÖ½À´Ï´Ù!"º¯È£ÀÎÀÌ ¸»Çß´Ù"¹Þ¾ÆµéÀϼö¾ø½À´Ï´Ù!"
"Ohhh ... nggak pa pa ... nggak pa pa ...." kata si tersangka. "Saya
tidak keberatan kok menjawab pertanyaan itu."
"À¸,,±¦Âú¾Æ ±¦Âú¾Æ,,,"ÇǰíÀÎÀÌ ¸»Çß´Ù,"³ª´Â ±× Áú¹®¿¡ Àý¶§ ¹Ý´ëÇÏÁö ¾Ê¾Æ,"
"Saya menolak," kata si pengacaranya itu sekali lagi.
"°ÅÀýÇϰھî¿ä" ´Ù½ÃÇѹø ±× º¯È£ÀÎÀÌ ¸»Çß´Ù.
"Ehh ... bener kok, nggak pa pa ... akan saya jawab," kata si
terdakwa.
"À½,,±×·¡¿ä, ±¦Âú´Ù¸é ´ë´äÇÒ²¨¿¡¿ä," ÇÇ°í°¡ ¸»Çß´Ù.
Sang hakim angkat bicara, "Jika terdakwa mau menjawab pertanyaan itu,
tidak ada alasan bagi Anda untuk menolaknya."
ÆÇ»ç°¡ ¸»Çß´Ù. " ÇÇ°í°¡ ±× Áú¹®¿¡ ´ë´äÇÏ±æ ¹Ù¶õ´Ù¸é ´ç½ÅÀº °ÅÀýÇÒ ÀÌÀ¯°¡ ¾ø¾î¿ä."
Jadi pembela dari pihak penuntut mengulangi pertanyaannya kembali, "Di
mana Anda berada pada tanggal 24 Agustus lalu?"
±×·¡¼­ ¹Ý´ëÆí º¯È£ÀÎÀÌ ´Ù½Ã Áú¹®Çß´Ù, "Áö³­ 8¿ù 24Àϳ¯ ´ç½ÅÀº ¾îµð¿¡ ÀÖ¾ú³ª¿ä?"
Sang terdakwa menjawab, "Saya tidak tahu!"
ÇǰíÀÎÀÌ ´ë´äÇß´Ù, "³ª´Â ¸ô¶ó¿ä!"

==========
5. BOLA KASTI ¼ÒÇÁÆ® º¼ÀÇ ÀÏÁ¾..


Ada sebuah ketukan di pintu. 
¹®¿¡ ³ëÅ©¼Ò¸®°¡ ³µ´Ù
Ternyata yang mengetuk adalah seorang anak lelaki berusia sekitar enam tahun. 
ºÐ¸íÈ÷ ¿©¼¸»ìÂëÀÇ ÇÑ ¾î¸° ³²ÀÚ¾ÆÀ̰¡ µÎµå¸®°íÀÖ´Ù.
Sebuah barang miliknya masuk dalam garasiku, katanya, dan dia ingin mengambilnya kembali.
µèÀÚÇÏ´Ï, ±× ¾ÆÀÌ´Â ³» Â÷°í¿¡ µé¾î¿Â ÀÚ½ÅÀÇ ¹°°ÇÀ» ´Ù½Ã °¡Áö°í °¡±æ ¹Ù·¨´Ù.
Saat aku membuka pintu garasiku, aku memperhatikan 2 keanehan, sebuah
bola kasti dan lubang di kaca jendela garasiku yang seukuran dengan
bola kasti itu.
³»°¡ ³»Â÷°í¹®À» ¿¬ ¼ø°£ ³ª´Â ÇϳªÀÇ ±î½º¶ìº¼°ú ±× º¼·ÎÀÎÇØ ³» Â÷°í â¹®À¯¸®°¡ ±úÁø
ÀÌ µÎ°¡Áö ¹Ì¹¦ÇÑÀÏ¿¡ ÁÖÀǸ¦ ±â¿ï¿´´Ù,
"Bagaimana bolamu bisa masuk ke dalam garasiku?" tanyaku pada anak
lelaki itu.
"¾î¶»°Ô ´Ï º¼ÀÌ ³» Â÷°í¾ÈÀ¸·Î µé¾î¿Ã ¼ö ÀÖ¾úÁö?" ±× ¾î¸°³²ÀÚ¾ÆÀÌ¿¡°Ô ¹°¾ú´Ù.
Setelah melirik bergantian ke arah bolanya, kemudian ke arah
jendelaku, dan melirik ke arahku, dia berkata, "Lewat lubang di
jendelanya Om itu."
±×°øÀ» ÇâÇÏ¿© ¹æÇâÀ» ¹Ù²Ù¾î ±¸¸ÛÀ» ³½ÈÄ ±× ´ÙÀ½ ³» â¹®ÂÊÀ¸·Î, ±×¸®°í ³»ÂÊÀ¸·Î ±¸¸ÛÀ» ³»°í ±×´Â ¸»Çß´Ù," ¾ÆÀú¾¾ â¹®À» ÅëÇØ¼­(â¹®¿¡ ±¸¸Û³»°í)¿ä."






















Make your own free website on Tripod.com